Pasar Saham India: 5 Faktor Utama yang Harus Diperhatikan Minggu Ini

Setelah seminggu bergejolak dalam saham, pasar saham India diperkirakan akan menunjukkan reaksi beragam ketika pasar saham dibuka pada hari Senin.

Menyusul pernyataan yang dibuat oleh kepala Federal Reserve AS, Jerome Powell, mengenai kenaikan suku bunga, Nifty 50 dan Sensex menutup pasar tidak berubah pada hari Jumat.

Kekhawatiran di kalangan investor dan pedagang tentang kemungkinan perlambatan ekonomi global dan resesi di ekonomi Uni Eropa juga mengguncang pasar saham pekan lalu.

Pada perdagangan minggu mendatang, pasar saham India akan dipengaruhi terutama oleh faktor-faktor seperti nilai tukar Rupee/Dolar, laporan kenaikan suku bunga di AS dan laporan inflasi dari China.

Pergerakan harga minyak di pasar internasional dan peningkatan posisi short portofolio investor asing di Nifty 50 kemungkinan juga akan mempengaruhi sentimen di saham India.

Faktor utama yang harus diperhatikan dalam minggu mendatang

1 – Kenaikan suku bunga oleh Amerika Serikat

Beberapa hari yang lalu, Kepala FED AS, Jerome Powell, menyatakan bahwa Federal Reserve akan terus mengikuti agresivitas kenaikan suku bunga untuk memastikan bahwa tingkat inflasi di negara itu berkurang di bawah patokan yang ditetapkan oleh Federal AS. Reserve mengatakan bisnis dan individu dapat dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga, tetapi lebih baik dibandingkan dengan dampak negatif jangka panjang dari tingkat inflasi yang tinggi.

Investor dan pedagang mengharapkan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin dan juga berasumsi bahwa agresivitas dalam menaikkan suku bunga akan berlanjut hingga Desember 2022.

Ini berarti bahwa investasi asing di pasar saham India akan mengering karena meminjam uang untuk berinvestasi akan lebih mahal di Amerika Serikat.

2 – Pertumbuhan PDB India

Pada kuartal yang berakhir pada bulan Juni, ekonomi India tumbuh sebesar 13,5%, di bawah ekspektasi pasar. Analis pasar dan ekonom telah memperkirakan kenaikan 15,5% dalam PDB.

BACA JUGA  Cara membagi layar di iPad

Karena tingkat pertumbuhan PDB India meleset dari sasaran, lembaga jasa keuangan domestik dan internasional telah memangkas perkiraan pertumbuhan PDB negara itu untuk tahun fiskal saat ini.

Ini akan memiliki dampak yang signifikan pada pedagang dan investor domestik dan internasional di pasar saham India.

3 – Tingkat inflasi di Tiongkok

China, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, akan mempublikasikan angka inflasinya pada 8 September.

Angka-angka dari ekonomi China, yang telah melalui fase buruk selama beberapa bulan terakhir, akan memiliki dampak besar pada bagaimana pasar akan bereaksi dalam minggu mendatang.

4 – Harga Minyak Internasional

Sejak awal operasi militer khusus Rusia di Ukraina, harga minyak naik turun seperti ayunan.

Harga minyak, saat ini berada di hampir $93 per barel, diperkirakan akan naik minggu depan karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) berencana untuk memangkas produksinya.

Pergerakan ekonomi Uni Eropa dan AS untuk membatasi harga minyak Rusia dapat menyebabkan kenaikan harga minyak di pasar internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.